17 dari 20 mahasiswi Malang pernah melakukan aborsi.
85 persen mahasiswi di kota pendidikan ini pernah melakukan aborsi (menggugurkan
kandungan).
Temuan itu diungkapkan Prof Kasuwi melalui penelitian yang dilakukan mahasiswa
bimbingannya, Eva Nurdiana, yang berjudul Aborsi Ditinjau dari Sudut Pandang
Hukum Islam. Riset itu sendiri dilakukan pada 2006 lalu. Sampel penelitian itu,
sambung Kasuwi, dilakukan di sejumlah tempat kos mahasiswa putri yang ada di
Kota Malang. Jumlah sampelnya 20 responden.
Penelitian masih awal, itu akan lebih baik kalau ditindaklanjuti dengan
penelitian lanjutan," kata Prof Kasuwi kepada Radar Malang.
Begitulah moralitas mahasiswa dan mahasiswi Indonesia jaman sekarang. Tidak
heran kalau salah satu prestasi besar mahasiswa/wi indonesia adalah vcd porno
bandung itenas (VCD BLA).
Membuat anak memang enak, tapi mengurus dan membesarkannya bisa jadi memusingkan,
begitu pikir pelaku aborsi itu. Jadi kalau si bayi lahir, bunuh saja, nanti juga
gampang bikin lagi.
Padahal, konon, kalau anak kecil (bayi atau balita atau belum baligh) meninggal,
ia akan masuk sorga karena belum berdosa. Namun si anak ini, belum mau masuk
sorga kalau tidak membawa si ibu, jadi ia pun akan setia menunggu si ibu sampai
hari kiamat. Alangkah beruntungnya seorang ibu yang memiliki anak kecil atau
bayi yang meninggal, tentu saja dengan kematian yang wajar.
Nah, kalau si ibu malah membunuh bayinya begitu lahir, bisa-bisa si bayi akan
terus menunggu di pintu akhirat untuk menjebloskan ibuya itu ke neraka.
Rasain!
Buat Anak itu Enak
10:54 AM
Filed Under: Buat Anak itu Enak |0 comments